Beranda > Uncategorized > 2014 TAHUN POLITIK

2014 TAHUN POLITIK


Tahun ini merupakan moment dimana seluruh rakyat Indonesia akan menentukan bagaimana nasib bangsa ini lima tahun mendatang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah dua periode menjabat akan digantikan Presiden yang baru .Regulasi konstitusi mengharuskan pemilihan umum berlangsung secara berkala, yakni lima tahun sekali. Peserta pemilihan umum (Pemilu) kali ini dapat dibilang sedikit jika dibanding pemilu tahun 1999 (48 parpol), tahun 2004 (24 parpol) dan tahun 2009 (38 parpol), dimana tahun ini peserta pemilu sebanyak 12 parpol nasional dan terdapat 3 partai politik lokal yang bernaung di Aceh. Meskipun begitu tidak mengurangi nilai demokrasi yang menjadi paham bangsa ini. 

Pemilu untuk memilih anggota legislatif akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014 dan Pemilu untuk pemilihan Presiden akan berlangsung pada 9 Juli 2014. Parpol peserta berlomba-lomba menjadi “pengepul” suara terbanyak pada pemiliha legislatif agar dapat mengusung calon Presidennya sendiri. Hal ini menarik, karena dari pemilu tahun 1999 hingga 2009 parpol pemenang pemilu selalu berbeda. Pada pemilu tahun 1999 PDI-P menjadi pemenang, pemilu tahun 2004 Partai Golkar meraih suara terbanyak, dan pemilu tahun 2009 Partai Demokrat yang berhasil memperoleh suara terbanyak, Bagaimana dengan pemilu tahun ini?

Dalam pemilihan Presiden, hanya parpol yang memperoleh suara sebanyak 20% saja yang dapat mengusung Presiden dari parpolnya sendiri, jika tidak tercapai jumlah tersebut dapat melalui jalan lain yaitu berkoalisi dengan parpol-parpol lain. Akan tetapi sikap parpol pemilu kali ini dapat dikatakan “anomali”,mengapa?. Sebagian besar parpol telah memutuskan siapa calon presiden yang akan diusungnya pada pemimilihan presiden kelak. Dari partai Golongan Karya (Golkar) sangat “kekeuh” mengusung mantan orang terkaya di Indonesia yang tidak lain adalah ketua umumnya sendiri yaitu Aburizal Bakrie, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra juga telah melakukan hal yang sama, Joko Widodo yang kerap disapa Jokowi diusung PDI Perjuangan sebagai capresnya dan mantan Pangkostrad Prabowo Subianto di tapuk partai Gerindra sabgai capres. Hal yang sedikit berbeda tetapi cenderung sama terjadi di Partai pemenang pemilu 2004, Partai Demokrat. Partai ini melakukan konvensi dengan menyeleksi para tokoh-tokoh yang dianggap berpotensi menjadi presiden dari menteri, gubernur, hingga dari kalangan militer dikumpulkan dan diseleksi serta siapa yang akan menjadi capresnya akan diumumkan setelah pemilu legislatif. Partai Hati Nurani Rakyat bahkan telah mengumumkan tidak hanya siapa capresnya saja tetapi sekaligus dengan siapa wapresnya, Mantan Panglima TNI dan capres tahun 2004 erta cawapres tahun 2009 Jend (Purn) TNI . Wiranto kembali diusung menjadi kandidat Presiden berpasangan dengan taipan media Hary Tanoesoedibjo yang menjadi cawapresnya.

Walaupun begitu dari sekian banyak calon presidennya kembali diharapkan rakyat dapat cerdas memilih siapa pemimpinnya. Pemimpin yang dapat membawa bangsa Indonesia ini ke arah yang lebih baik, maju dan dapat mensejahterakan rakyatnya. Tidak hanya dalam pemilihan Presiden dalam pemilihan legislatif juga demikian.

 

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: