Beranda > Uncategorized > METODE PENGALAMATAN

METODE PENGALAMATAN


Suatu variasi mode pengalamatan dapat digunakan untuk menentukan suatu alamat tempat untuk dimana operand akan di fetch. Beberapa teknik semacam ini dapat meningkatkan kecepatan pelaksanaan instruksi dengan menurunkan jumlah referensi pada memori utama dan meningkatkan jumlah referensi register kecepatan tinggi. Mode pengalamatan ini menjabarkan suatu aturan untuk menginterpretasikan atau memodifikasi field alamat dari instruksi sebelum operand direferensikan

Beberapa mode pengalamatan umum diberikan dalam table dibawah ini :

Mode

Nilai dari Operand

 Contoh transfer

Implied

Tidak ada operand dalam instruksi

Immediate

Konstanta dalam field operand

OPR  <– Angka

Direct

Memori pada alamat

OPR  <– M[ad]

Indirect

Memori pada alamat dalam alamat

OPR  <– M(M[ad])

Register

Register

OPR  <– (R1)

Register- Indirect

Memori pada alamat register

OPR  <– M[R1]

Autoincrement

Register- Register Increment

R1  <– (R1) + 1

Relative

Lokasi memori untuk PC juga alamat

OPR  <– M[PC+ad]

Index

Lokasi memori untuk register indeks

OPR  <– M[XR+ad]

Tabel 1. Mode  Pengalamatan Umum [1]

  • Mode Implied

Dalam mode implied, operand diperinci secara implicit dalam definisi instruksi. Organisasi tertentu yang menggunakanpengalamatan mode implied dikenal sebagai push-down stack. Sebuah memori disiapkan untuk operasi subrutin atau untuk menangani kondisi khusus seperti insterupsi. Seluruh instruksi mempunyai kandungan operand pada register paling atas atau dalam dua register paling atas pada stack. Hasil dari semua operasi akan dikembalikan ke stack dan menhadi register yang paling atas.

  • Mode Immediate addressing

Menyatakan bahwa operand yang sesungguhnya disimpan dalam field alamat pada instruksi. Mode ini secara umum digunakan jika konstanta dilibatkan dalam program atau jika operand pendek dan kita ingin. Pada semua mode pengalamatan lainnya, operand yang sesungguhnya tidak disimpan pada field alamat tetapi beberapa nilai dijabarkan ddan digunakan untuk menentukan lokasi operand

  • Mode Autoincrement atau Autodecrement

Mode ini dapat digunakan bersama dengan pengalamatan register atau register-indirect. Pada Tabel 1 diatas menggambarkan autoincrement (naik secara otomatis) dengan pengalamatan register, suatu mode yang sangat umum digunakan untuk counter atau variabel indeks

  • Mode Relative

Pada mode pengalamatan relative seperti ditunjukkan gambar 2 diatas, nilai field alamat ditambahkan ke program counter (PC) untuk memberikan alamat memori dari operand yang sesungguhnya.

  • Mode Indeks

Secara mendasar adalah sama, kecuali register indeks digunakan sebagai pengganti PC untuk menentukan alamat memori. Beberapa komputer mempunyai beberapa register indeks dan karenanya salah satu indeks tersbut yang akan digunakan oleh instruksi tertentu harus dijabarkan sebagai bagian dari intruksi. Alamat efektif dapat diperoleh dengan menambahkan isi register indeks yang telah ditentukan pada alamat langsung :

Alamat Efektif = (Register Indeks) + Alamat Langsung

Register indeks biasanya di-load dengan angka yang dimodifikasi selama loop instruksi. Dengan demikian setiap kali sebuah instruksi yang menggunakan register indeks dijalankan, maka ia akan memiliki alamat efektif yang berbeda untuk operand-operand tersebut. Modifikasi dari isi register indeks dilakukan oleh intruksi khusus yang beroperasi pada register tersebut. [1]

  • Mode Augmented

Pada dasarnya mirip dengan pengalamatan base, tetapi sebagai ganti dari isi register khusus pada alamat langsung untuk mendapatkan alamat efektif, alamat langsung di-concatenated dengan isi register untuk mendapatkan alamat efektif. Pengalamatan Augmented juga menyediakan alat untuk merelokasi blok instruksi atau data.

  • Mode Blok

Blok Adrressing menggunakan alamat untuk merinci word pertama dalam blok data. Panjang blok dapat bervariasi, dimana penjang tersebut dijabarkan sebagai bagian dari intruksi atau instruksi dapat menyatakkan panjang blok dengan menunjuk alamat blok yang pertama dan terakhir.

  • Mode Direct Addressing

Dalam mode ini, harga yang akan digunakan di ambil langsung dalam alamat memori lain seperti yang telah digambarkan pada Gambar 3 diatas. Mode pengalamatan Direct Addressing memiliki kekurangan dimana keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word. [1]

  • Mode Indirect Addressing

Mode pengalamatan jenis ini sangat berguna karena dpat memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengalamati suatu harga selain itu juga Indirect Addressing juga merupakan satu-satunya cara untuk mengakses 128 byte lebih dari internal RAM. Menjadikan besar ruang bagi alamat sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi adalah salah satu kelebihan mode pengalamatan ini. Nilai kekuranganya terdapat pada diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses.

  • Mode Register Addressing

Mode ini memerlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori serta akses ke register cepat dari pada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan semakin cepat. Akan tetapi Register Addressing memiliki ruang alamat menjadi terbatas ini dapat dilihat sebagai kekurangan mode ini.

  • Mode Register Indirect Addressing

Mode ini mempunyai letak operand berada pada memori yang dituju oleh register dan field alamat mengacu pada alamat register.

 

 

DAFTAR REFERENSI 

[1] Soeparlan, S. (1995). Pengantar Organisasi Sistem Komputer. Jakarta: Gunadarma.

 

 

 

 

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: