Beranda > Uncategorized > Baku Mutu Lingkungan

Baku Mutu Lingkungan


LingkunganBaku mutu lingkungan merupakan batas atau akadar makhluk hidup, zat, energi, atau kompinen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar lingkungan yang ditenggang adanya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.

terdapat 5 jenis baku mutu lingkungan, yaitu:

1. Baku mutu air

2. Baku mutu udara ambien

3. Baku mutu emisi gas dan partikel buang

4. Baku mutu air laut

5. Baku mutu limbah cair

Baku mutu dan nilai ambang batas sebenrany berbeda perbedaan itu antara lain:

1. Baku mutu untuk lengkungan ambien, sedangkan nilai ambang batas untuk lingkungan kerja.

2. Waktu pemaparan pada baku mutu adalh 24jam, sedangkan pada nilai ambang batas adalah 8jam per hari.

3. pada baku buku yang menjadi target terpapar adalah semua kelompok umur, sedangkan pada nilai ambang batas adalah pekerja.

4. Baku mutu memiliki kadar yang lebih kecil sedangkan nilai ambang batas memiliki kadar yang lebih besar.

Baku Mutu Air

Baku mutu air terbagi atas 2, yaitu baku mutu aliran dan baku mutu effluen.

Baku mutu aliran merupakan persyaratan mutu air bagi sumber air seperti sungai, danau, air tanah yang disusun dengan mempertimbangkan pemanfaat air tersebut, kemampuan mengencerkan dan membersihkan diri terhadap beban pencemaran dan faktor ekonomis.

Ciri-ciri baku mutu aliran:

1. Untuk mengatur kualitas badan air

2. Untuk daerah yang sedikit industri

3. Pengawasan lebih sulit

4. Syarat untuk industri sejenis beda

Baku mutu effluen merupakan persyaratan mutu air limbah yang dialirkan ke sumber air,  sawah, tanah, dan tempat-tempat lain dengan mempertimbangkan pemanfaatan sumber air yang bersangkutan dan faktor ekonomi pengelolaan air buangan.

Ciri-ciri baku mutu effluen;

1. Mengatur buangan ke badan air

2. Untuk daerah yang banyak industri

3. Pengawasan yang dilakukan lebih mudah

4. Syarat untuk industri sejenis sama.

Penggolongan badan air menurut PP No 2o Tahun 1990:

1. Golongan A yaitu : air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.

2. Golongan B yaitu : air baku yang baik untuk air minum dan rumah tangga dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya tetapi tidak sesuai untuk golongan A.

3. Golongan C, yaitu : air baik untuk keperluan pertanian dan dapat dipergunakan untuk keperluan lainnya, tetapi tidak sesuai untuk keperluan tersebut pada golongan A dan B.

4. Golongan D, yaitu : air yang baik untuk keperluan pertanian dan dapat digunakan untuk perkantora, industri, listrik tenaga air, dan untuk keperluan lainnya tetapi tidak sesuai dengan keperluan A,B dan C dapat dimanfaatkan untuk usaha perkantoran, industri, listrik tenaga air.

5. Golongan E, yaitu : air yang tidak sesuai untuk keperluan tersebut dalam golongan A,B,C dan D.

Kesimpulan :

Dalam penjelasandi atas dapat disimpulkan, untuk dapat menentukan telah terjadi kerusakan lingkungan hidup perlu ditetapkan baku mutu ingkungan, baik penetapan kriteria kualitas lingkungan hidup maupun kualitas buangan atau limbah. Kriteria dan pembakuan ini dapat berbeda untuk setiap lingkungan, wilayah atau waktu mengingat akan perbedaan tata gunanya. Perubahan keadaan lingkungan setempat serta perkembangan teknologi akan mempengaruhi kriteria dan pembakuan yang telah ditetapkan.

Halaman presentasi dalam bentuk ppt: klik..

Referensi

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: